HOW TO AVOID RACE DAY MISTAKES

Pernah merasa kram saat berlari marathon? Memang ada saja resiko terkena cedera saat berlari. Bisa jadi disebabkan oleh kesalahan minor saat pemanasan atau latihan. Untuk itu, dalam berlari ada teknik yang bisa digunakan, agar terhindar dari resiko cedera. Kita bisa mempelajari tekniknya di sini:

Atur Kecepatan

Pernah dengar soal tempo dalam berlari? Saat berlari, karena terlalu antusias sering terjadi seluruh energi dihabiskan di garis start. Begitu sampai tengah, napas sudah habis dan mendadak kelelahan. Saat itulah tempo diperlukan ketika berlari. Dengan tempo, kita bisa mengatur kapan harus memperlambat atau mempercepat gerakan. Setelah biasa mengatur kecepatan, tubuh pun tidak mudah kelelahan menempuh garis finish.

 

Atur Posisi Badan

Posisi badan juga menentukan ketika berlari. Jika badan terlalu condong ke belakang, maka kecepatan bisa jadi berkurang. Bayangkan ketika kita sedang menuruni bukit. Tubuh otomatis akan condong ke belakang untuk memperlambat kecepatan. Namun, jika itu diterapkan pada rute marathon yang lurus, tubuh akan sulit menaikan kecepatan. Akan berbeda kondisinya saat kita mencondongkan badan ke depan. Tubuh akan lebih aerodinamis dan kecepatan juga bisa bertambah. 

 

Kecilkan Langkah

Banyak yang mengira kalau melangkah dengan lebar bisa lebih cepat mencapai garis finish. Padahal sebenarnya, melangkah terlalu lebar bisa membuat kecepatan berkurang. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mengambil langkah itu lebih lama. Sebenarnya teknik yang baik adalah menggunakan langkah kecil. Kita bisa menghemat waktu untuk bisa mengambil langkah dan bisa lari lebih cepat lagi.

 

Kurangi Ayunan Lengan

Meskipun terdengar simple, masih ada saja yang melakukan kesalahan ini. Jika lengan terlalu sering mengayun saat berlari, kita bisa jadi terkena resiko cedera punggung. Sebab, tarikan lengan bisa memicu tekanan pada punggung. Untuk itu, kita perlu mengurangi kebiasaan ini saat berlari. Bisa dimulai dari latihan terlebih dahulu. Dengan begitu, performa lari akan lebih maksimal.

 

Setelah memahami kesalahan-kesalahan teknik berlari, kita bisa menerapkannya pada proses latihan nanti. Mulailah menyadari kesalahan tersebut, buat tubuh terbiasa, dan teruslah berupaya keras. Jangan biarkan kesalahan teknik bisa menghambat ketika berlari di rute marathon nanti. Let’s Move, Runners!